Blog IMAGE Lippo Cikarang



created by www.donghaeng.net

21 May 2008

The GIFT

Dalam 1 Korintus 12:4 dijelaskan bahwa ada sembilan karunia (Hikmat, Pengetahuan, Iman, Menyembuhkan, Mujijat, Bernubuat, Membedakan roh, berbahasa roh dan menafsirkan bahasa roh) dalam satu Roh. Sebetulnya jika ditambah dengan karunia karunia yang dituliskan dalam kitab Roma dan Efesus, jumlah karunia Roh Kudus bukan hanya 9, tetapi semua berjumlah 31 karunia Roh yang disediakan bagi kita yang sudah dipenuhi Roh Kudus. Dan dalam 1 Korintus 12:7 dikatakan bahwa kepada tiap tiap orang diberikan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

Banyak orang berpendapat bahwa setiap orang percaya hanya diberi satu karunia Roh Kudus, pendapat ini salah, sebab karunia karunia ini dapat bekerja sekaligus pada waktu kita membutuhkannya. Karunia Roh Kudus ini diberikan kepada kita agar dapat menyatakan kuasa Allah, memperlengkapi orang percaya untuk melayani dengan lebih baik, yang kesemuanya berguna untuk membangun jemaat.Misalnya, pada waktu kita mendoakan orang sakit, Tuhan akan menyertai kita dengan karunia kesembuhan. Tetapi Tuhan dapat sekaligus menyertai kita dengan Roh Hikmat untuk menyatakan kenapa orang ini sakit atau Tuhan menambahkan dengan karunia bernubuat, dimana kita berani berkata kepada si sakit, misalnya "kalau engkau mau mengampuni orang yang menyakiti hati kamu, maka kamu akan sembuh".

Ketiga karunia Roh ini bekerja sekaligus pada waktu kita melayani orang sakit dan ada karunia ke empat yang bisa saja langsung terjadi, yaitu karunia mujijat, setelah kita berdoa dalam karunia bahasa Roh, orang sakit itu langsung mampu berdiri dan berjalan. Ada 5 karunia Roh Kudus sekaligus bekerja, ini sangat luar biasa sekali. Oleh sebab itu, latihlah diri kita berjalan dengan kuasa Roh Kudus, Dia akan mencurahkan RohNya atas kita dan karunia karunia Roh itu akan bekerja di dalam kehidupan kita sehingga banyak orang datang kepada Yesus.

Ingat, jika kita menerima Karunia karunia tersebut di atas, janganlah kita menjadi sombong, karena semua pemberian cuma cuma dari Tuhan dengan kepada kita, sudah seharusnya kita memakai bagi kemuliaan namaNya, amin.

14 May 2008

MANFAAT-MANFAAT ROH KUDUS



Sebetulnya kita sudah pernah membahas thema kotbah yang akan dibahas minggu ini, tetapi Firman Tuhan begitu dalam dan luas sehingga akan masih banyak lagi hal-hal baru yang akan kita dapatkan.

Kita tidak bisa hidup tanpa Roh Kudus di penghujung jaman yang gelap dan penuh kejahatan ini. Selain dari 4 manfaat Roh Kudus yang kita sudah bahas, yaitu:
1. Mengingatkan dan mengajar apa yang sudah dikatakan oleh Tuhan Yesus.
2. Memberikan Kuasa kalau Dia turun atas kita.
3. Membuat kita rindu untuk melakukan hal-hal yang rohani.
4. Menyertai kita dengan tanda dan mujijat.

Ada manfaat lain yang tidak kalah penting yaitu bahwa Roh Kudus yang digambarkan dengan Api, menjadi terang dalam dunia ini, memampukan kita untuk dapat menyatakan terang Kristus atau berjalan dalam Kebenaran di tengah-tengah dunia yang gelap dan jahat ini.

Saulus, seorang yang sangat ditakuti oleh semua orang yang percaya kepada Kristus karena dia memegang surat keputusan untuk membunuh semua orang percaya, kegelapan sedang meliputi semua orang percaya setelah Steffanus dibunuh, sehinga banyak dari mereka yang melarikan diri karena ketakutan. Tetapi di tengah kegelapan pada waktu itu, Roh Kudus yang menggantikan Tuhan Yesus datang dengan Terang-Nya menghadang Saulus dalam perjalanan ke Damsyik. Seketika itu juga terang menguasai kegelapan, Saulus bertobat (Kis.9:1-19a) dan berubah nama menjadi Paulus yang dipakai Tuhan dengan luar biasa, menjadi terang di tengah kegelapan pada masa itu dan hingga hari ini.

Bangsa kita sedang dirundung oleh kegelapan, membutuhkan Terang Allah dalam Roh-Nya yang Kudus agar dapat menemukan jalan keluar dari setiap permasalahannya. Kita sebagai orang percaya yang sudah dipenuhi dengan Roh Kudus adalah Paulus-Paulus jaman ini, untuk membawa bangsa ini keluar dari kegelapan. Oleh sebab itu baiklah kita keluar untuk menjadi terang agar bangsa ini tidak selamanya dikuasai kegelapan. Lakukan apa yang dapat kita lakukan, sedikitnya berdoa, terlebih lagi jika kita bisa membawa terang keluar dari gereja kita, mengajarkan berita Kerajaan Allah kepada banyak orang.

Penuhilah dan tenggelamkan diri kita dengan Roh Kudus, maka Dia akan menyatakan Kuasa-Nya dalam hidup kita, amin.
TER.

29 April 2008

LIVING VICTORIOUS



Sekarang ini semakin banyak orang Kristen yang mengklaim bahwa dirinya adalah orang Kristen yang menang. Namun dalam prakteknya, banyak orang Kristen yang tidak hidup
dalam kemenangan. Hal ini terjadi karena banyak orang Kristen yang tidak mengerti
APA ITU HIDUP DALAM KEMENANGAN (LIVING VICTORIOUS)? Dan Bagaimana mempertahankannya?
Kita akan menelusuri kata PEMENANG dari asal katanya. Kata ’menang’ artinya: ’mengatasi lawan; mengungguli musuh; lulus; menaklukkan’. Pemenang artinya: ’orang yang menang’. Dalam teks aslinya, kata ’pemenang’ yang terdapat di dalam Roma 8:31-39 adalah hupernikomen (Ing: over conquer; GN: we have complate through Him Who love us), yang berarti: kita adalah orang-orang yang memiliki kemenangan penuh; bukan sebagian atau kurang lengkap, tetapi penuh. Kemenangan di sini adalah kemenangan dari segala masalah yang memusuhi kesejahteraan hidup manusia. Dosa yang adalah sumber segala penderitaan dengan segala akibatnya telah
dikalahkan oleh Yesus, dan kemenangan Yesus adalah jaminan kemenangan kita.

Oleh karena Tuhan Yesus telah menang maka kemenangan-Nya juga dapat menjadi milik kita sepenuh. Kemenangan yang sesungguhnya ditandai dengan hal-hal ini:

1.Dosa dikalahkan, itu berarti ada kemuliaan di balik kubur.
2.Ada persekutuan dengan Allah (pemulihan dengan Allah).
3.Semua kebutuhan kita disediakan.

Untuk melihat ciri-ciri seseorang yang hidup dalam kemenangan, maka kita akan melihat pergumulan Tuhan Yesus di padang gurun dan bagaimana Tuhan Yesus memenangkan pergumulan itu (Mat 4:1-11):

Pertama, orang yang menang adalah orang yang tidak menjadi budak nafsu rendahnya (kedagingan). Wilayah inilah yang paling mudah diserang kuasa kegelapan dan menjadi
kelemahan banyak anak Tuhan. Dengan cara iblis merangsang kita untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, dan sulitnya, apa yang ditawarkan iblis itu cocok dengan selera tubuh manusia. Tuhan Yesus menang dalam menghadapi bujukan
iblis untuk berpaling dari kebenaran Firman Tuhan kepada kepuasan daging(Mat 4:1-4).

Oleh pertolongan Tuhan, kita dapat menang dan akan semakin berkepribadian yang tidak dikuasai dosa seperti Yesus (Fil 2:5-8; Rm 8:29). Bagaimana kita bisa mengklaim
diri kita sebagai orang yang menang, sementara masih diikat dengan berbagai dosa
dalam daging? Untuk hal ini, Paulus menasihati dalam Roma 6:12-13. Orang yang menang adalah mereka yang mampu berjalan seirama dengan Roh (dipimpin oleh Roh). Firman Tuhan tercermin dalam hidup. Dengan demikian, hidupnya akan menghasilkan buah-buah Roh (Gal 5:22-23).

Kedua, orang Kristen yang menang adalah orang kristen yang tidak dikuasai oleh
perasaan-perasaan negatif (Rm 8:15). Iblis dalam peperangan dengan orang Kristen, berupaya menyuntikkan ke dalam jiwa kita perasaan-perasaan negatif yang mencemari manusia batiniah kita, seperti: kekuatiran, ketakutan yang tidak pada tempatnya, dendam, kebencian, iri hati, dendam, dan lain-lain. Tuhan Yesus menghadapi pencobaan yang kedua berkaitan dengan jiwa. Bagaimana kita mengklaim diri kita menang, jika kita masih bercokol di dalam kebencian, dendam, kuatir dan lain-lain? Untuk hal ini, Paulus menasihati kita dalam Efesus 4:17-32. Dari ketiga ciri di atas ini, kita
dapat mengoreksi diri kita sendiri, apakah kita adalah orang-orang yang hidup dalam
kemenangan atau tidak? Hidup dalam kemenangan tidak hanya sekedar kita ucapkan di mulut saja, tetapi hidup dalam kemenangan akan tercermin melalui pola pikir dan tindakan kita setiap harinya. Semoga kita semakin cerdas menyaring khotbah-khotbah yang akan membangun roh kita saja; bukanlah yang mengenakkan teliga semata-mata tetapi menyesatkan kita. Tuhan Yesus menuntun kita semua, AMIN.

Dynamic Service Launching

Tema 2008

Mazmur 23:4 "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."