Blog IMAGE Lippo Cikarang



created by www.donghaeng.net

29 January 2008

Uncle Thom say...

Hallo … orang-orang DYNAMIS,

Pa kabarnya di awal tahun yang baru? Saya harap sih okέ 2 aja yah … ?!

Tahun ini buat kita semua adalah tahun "ACCELERATE" atau tahun "percepatan". Tahu gak arti "percepatan" n’tu apa?. Yang pasti sih bukan tergesa-gesa, jadi cepet "pikun", cepet "bertambah uzur" atau cepet "koit" (is dead).

Tahun percepatan adalah tahun dimana kita makin mau nyerahin diri kita kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, hasilnya??? Jadi sama seperti yang digambarkan oleh Pemazmur Daud, yaitu: "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku." (Mazmur 23:4)

Ada ayat satu lagi yang ditulis Daud juga buat orang yang ngandelin Tuhan, Mazmur 84:6-8 "Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion."

Kalo kita baca kedua ayat di atas berarti tahun percepatan adalah tahun di mana kita harus makin hidup berserah ama Tuhan, ngandelin Dia, bergantung kepada-Nya dan rindu penyertaan-Nya di dalam hidup kita.

Singkat kata, berdasarkan janji Tuhan dalam Mazmur 23:4 kita yakin kalo Tuhan akan menjadikan tahun 2008 sebagai tahun di mana kita:
1. Bukan makin lemah, tapi makin kuat.
2. Bukan makin suram, tapi makin cerah.
3. Bukan makin merosot, tapi makin ningkat.
4. Bukan makin lambat, tapi makin cepat.
Janji itu yang ditegesin di Mazmur 84:8 "Orang-orang yang kekuatannya di dalam Tuhan, mereka akan berjalan makin lama makin kuat!"
Jadi di tahun 2008 ini kita mau makin deket ama Tuhan biar kekuatan-Nya selalu memenuhi kehidupan kita sehingga tahun 2008 ini menjadi tahun percepatan bagi kita semua untuk terwujudnya apa yang semua kita arepin, amin!

Kiong Hi Kiong Hi Angpao Na Lai

Oleh: Melani Liu, S.Th
(Orang Kristen boleh ngak ngerayain sin cia?) Banyak nci-nci, ngko-ngko, ncim-ncim,ncek-ncek, popo, dan kung-kung yang sudah memelukagama Kristen. Tapi pada kenyataannya, rame-rame masihmengikuti dan nimbrung dalam upacara-upacara pada saatsin cia. Dalam arti, mengikuti Yesus dan masihmempercayai roh-roh nenek moyang. Bila orang KristenThionghoa masih melakukan dan mempercayaisembahyang-sembahyang kepada nenek moyang dalam sincia, itu merupakan perselingkuhan rohani.

Mengapa demikian?Karena ketika kita sudah memutuskan untukmenerima Yesus sebagai cinta sejati kita, maka ngakboleh ada selingkuhan atau menjadikan Yesus yangkeduaâ. Yesus harus menjadi satu-satunya cinta sejatikita, karena Ia begitu sempurna dan sangat layakmenjadi cinta sejati kita, yang ngak akan pernahmengecewakan. Ia mau agar kita berjanji untuk: Janganada padamu allah lain di hadapan-Ku (Ul 5:7). Iaadalah Allah yang cemburu. Oleh karenanya, kita harussetia kepada-Nya dan tidak memiliki hati yangbercabang, atau mendua hati.Pertanyaan paling penting yang ngak bolehkita remehin adalah Bagaimana menghadapi tradisibudaya Imlek setelah percaya kepada Kristus? DalamGalatia 4:8-11 Paulus mengatakan bahwa: Dahulu, ketikakamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan dirikepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, ataulebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakahkamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah danmiskin dan mau mulai memperhambakan diri lagikepadanya? Kamu dengan teliti memelihara hari-haritertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dantahun-tahun. Aku kuatir kalau-kalau susah payahkuuntuk kamu telah sia-sia. Paulus mau memberitahukansikap orang Kristen yang seharusnya terhadap tradisibudaya.




Orang Kristen tidak perlu lagi terikat denganhari-hari raya seperti sebelum ia bertobat. OrangKristen telah dimerdekakan dari ikatan roh agamawi danharus hidup sebagai orang merdeka. Secara iman Kristen, imlek mutlak atau kududitinggalkan. Namun di tengah-tengah keluarga danlingkungan yang mayoritas orang Thionghoa, orangKristen yang beretnis Thionghoa tidak boleh menjadibatu sandungan, dengan tidak merayakan Imlek. Karenaorang Kristen Tionghoa akan dicap bu hao (tidakberbakti), dan keluarga akan menganggap ajaran Kristenmerupakan ajaran yang tidak baik. Dengan demikian,sikap apakah yang harus diambil oleh orang KristenTionghoa dalam menghadapi dilema ini? Saya punya solusinya Imlek dapat dirayakan oleh orangKristen, dengan menyeleksi ritus-ritusnya terlebihdahulu dengan menggunakan ukuran-ukuran Firman Tuhan(ada ritus yang boleh diikuti dan ada pula ritus yangtidak boleh diikuti). Bagi orang-orang Kristen yang beretnis Cina, ikutmerayakan hari raya Imlek bukanlah suatu dosa, yangpenting adalah dapat membedakan, antara aspek sosialdan religinya. Ritus yang memiliki aspek sosial dapatdiikuti, dan yang memiliki aspek religi jangan diikutikarena bertentangan dengan iman Kristen.Hal-hal yang dikatakan dosa, bila perayaan Imlek lebihpenting dari beribadah, bahkan sampai mengorbankan jamkebaktian; bila tidak turut dalam merayakan Imlek,lalu merasa kurang sejahtera, atau menjadi batusandungan bagi yang merayakan; dan yang lebih parahlagi, bila merayakan Imlek dengan segalapenyembahannya, karena alasan toleransi danpenghormatan leluhur atau dewa-dewa.




Hal-hal penting yang harus diingat adalah tidakmembuat Tuhan cemburu dengan keikutsertaan kita dalampenyembahan berhala. Dan tidak menjadi batu sandunganbagi sesama, karena kita tidak ikut merayakannya.Dengan demikian, jalan tengah yang diambil adalah ikutmerayakan Imlek, namun hanya pada ritus-ritus yangbersifat sosial saja, agar tidak membuat Tuhan cemburudan tidak menjadi batu sandungan.Dengan ikut merayakan Imlek, kita dapat menginjilisesama yang beretnis Cina, dengan mengalihkan konsepThian (dewa langit, tuhan, atau penguasa) mereka,kepada Allah yang kita sembah di dalam Kristus Yesus.Seperti yang tertulis dalam II Korintus 10:5, yangberbunyi: Kami menawan segala pikiran danmenaklukkannya kepada Kristus. Dalam arti, kitamengalihkan semua kepercayaan yang tidak benar, kepadapemahaman kita tentang Allah dan kekristenan.Alhasilnya, ada ritus-ritus (ritus budaya-sosial) yangbaik untuk diteruskan, dan ada ritus-ritus(ritus-ritus budaya-religi) yang tidak dapat diikuti,karena bertentangan dengan iman Kristen. Ritus-ritusbudaya-sosial, yang dapat diikuti adalah: kegiatanbersih-bersih dalam menyambut Tahun Baru; tradisikumpul keluarga, dan Soja Tea; Angpao (yangmengajarkan untuk memberi); berpakaian merah, menghiasrumah, dan Cap Go Meh (yang merupakan caramengekspresikan kegembiraan). Sedangkan, ritus-ritusbudaya-religi yang tidak dapat diikuti adalah:sembahyang Dewa Dapur dan sembahyang Tahun Baru yangmerupakan ikatan dengan berhala; dan Barongsai yangmengandung kekuatan magic yang keliru.


Denger nama ‘PELANGI’ pasti yang pertama kebayang tuh abis ujan trus ada pelangi di angkasa, yah emang iya sih
:-D. Pelangi sendiri terdiri dari beberapa warna yang berbeda yang bergabung jadi satu sehingga terbentuk suatu jalinan warna yang indah.

Kita menamakan kesan ini ‘KESAN PELANGI’ karna kita adalah gabungan dari beberapa orang yang berbeda dalam segala hal, baik karakter, suku, hobby dan yang laennya. Dan semua perbedaan itu kalo dijadikan satu akan membentuk suatu komunitas yang indah. Dimana setiap perbedaan itu akan membuat kita saling melengkapi satu dengan yang lain.

Acara kesan, selalu kita isi dengan sharing firman Tuhan dan saling menyampaikan pengalaman masing2. Semua pengalaman temen2 kesan, sangat membangun teman2 yang laen. Selain sharing kadang ada ice breaker en kita juga sering saling mendoakan.
Kita juga melakukan kunjungan ke teman2 yang sedang sakit, jiwa2 baru atau anggota kesan yang beberapa kali gak ikutan kesan.

Yang menarik dari kesan ini adalah dari sisi sharingnya. Sharing yang kita lakukan dalam setiap pertemuan, sangat membangun diri kita dan iman kita kepada Tuhan. Banyak di antara temen2 yang merasa sharing ini sangat cocok dan mengena dengan kehidupan dia saat ini.
Kita selalu ngedapetin hal2 yang baru dalam kesan di setiap minggunya.

Adanya suasana keakraban bagai keluarga adalah alasan yang lain bagi teman2 untuk bergabung dalam kesan ini, mengingat kita semua adalah orang perantauan yang jauh dari keluarga. Ketika ada yang memperhatikan kita, rasanya seperti di rumah sendiri. Tapi yang namanya keluarga pasti terkadang ada juga masalah yang kita alami dan semua itu kita hadapi bersama2 secara dewasa dan menyelesaikannya secara tuntas.

Selain acara2 kesan, kita juga sering ngumpul bareng diluar acara kesan, misalnya masak en makan bareng, jalan2 ke mall, shopping dll. Dan yang paling heboh adalah, kalo ada temen kesan yang berulang tahun, biasanya setiap anggota akan heboh buat ngasi surprise en nyiapin kado yang sangat berkesan, ada yang izin keluar kantor hanya untuk nyari data, bahkan ada yang sampe cuti loh dari kerjaan demi nyiapin something special. Pokoknya bener2 heboh deh.

Temans, mengingat betapa bermanfaat en asyiknya acara kesan ini, kita ngajakin teman2 semua yang belom ikut kesan agar segera bergabung dengan kesan yang terdekat dengan teman2.
Kesan ‘PELANGI’ diadakan setiap Kamis jam 7 malem, bertempat di daerah Sukaresmi en Kobe.
See you there !

Kalo gak ada KESAN, gak rame !!! KESAN bikin hidup lebih BERKESAN….

GOD BLESS YOU !


Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. (Ibrani 10 : 25).


Melia Florentina S

Dynamic Service Launching

Tema 2008

Mazmur 23:4 "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."