Blog IMAGE Lippo Cikarang



created by www.donghaeng.net

29 January 2008

Kiong Hi Kiong Hi Angpao Na Lai

Oleh: Melani Liu, S.Th
(Orang Kristen boleh ngak ngerayain sin cia?) Banyak nci-nci, ngko-ngko, ncim-ncim,ncek-ncek, popo, dan kung-kung yang sudah memelukagama Kristen. Tapi pada kenyataannya, rame-rame masihmengikuti dan nimbrung dalam upacara-upacara pada saatsin cia. Dalam arti, mengikuti Yesus dan masihmempercayai roh-roh nenek moyang. Bila orang KristenThionghoa masih melakukan dan mempercayaisembahyang-sembahyang kepada nenek moyang dalam sincia, itu merupakan perselingkuhan rohani.

Mengapa demikian?Karena ketika kita sudah memutuskan untukmenerima Yesus sebagai cinta sejati kita, maka ngakboleh ada selingkuhan atau menjadikan Yesus yangkeduaâ. Yesus harus menjadi satu-satunya cinta sejatikita, karena Ia begitu sempurna dan sangat layakmenjadi cinta sejati kita, yang ngak akan pernahmengecewakan. Ia mau agar kita berjanji untuk: Janganada padamu allah lain di hadapan-Ku (Ul 5:7). Iaadalah Allah yang cemburu. Oleh karenanya, kita harussetia kepada-Nya dan tidak memiliki hati yangbercabang, atau mendua hati.Pertanyaan paling penting yang ngak bolehkita remehin adalah Bagaimana menghadapi tradisibudaya Imlek setelah percaya kepada Kristus? DalamGalatia 4:8-11 Paulus mengatakan bahwa: Dahulu, ketikakamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan dirikepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, ataulebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakahkamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah danmiskin dan mau mulai memperhambakan diri lagikepadanya? Kamu dengan teliti memelihara hari-haritertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dantahun-tahun. Aku kuatir kalau-kalau susah payahkuuntuk kamu telah sia-sia. Paulus mau memberitahukansikap orang Kristen yang seharusnya terhadap tradisibudaya.




Orang Kristen tidak perlu lagi terikat denganhari-hari raya seperti sebelum ia bertobat. OrangKristen telah dimerdekakan dari ikatan roh agamawi danharus hidup sebagai orang merdeka. Secara iman Kristen, imlek mutlak atau kududitinggalkan. Namun di tengah-tengah keluarga danlingkungan yang mayoritas orang Thionghoa, orangKristen yang beretnis Thionghoa tidak boleh menjadibatu sandungan, dengan tidak merayakan Imlek. Karenaorang Kristen Tionghoa akan dicap bu hao (tidakberbakti), dan keluarga akan menganggap ajaran Kristenmerupakan ajaran yang tidak baik. Dengan demikian,sikap apakah yang harus diambil oleh orang KristenTionghoa dalam menghadapi dilema ini? Saya punya solusinya Imlek dapat dirayakan oleh orangKristen, dengan menyeleksi ritus-ritusnya terlebihdahulu dengan menggunakan ukuran-ukuran Firman Tuhan(ada ritus yang boleh diikuti dan ada pula ritus yangtidak boleh diikuti). Bagi orang-orang Kristen yang beretnis Cina, ikutmerayakan hari raya Imlek bukanlah suatu dosa, yangpenting adalah dapat membedakan, antara aspek sosialdan religinya. Ritus yang memiliki aspek sosial dapatdiikuti, dan yang memiliki aspek religi jangan diikutikarena bertentangan dengan iman Kristen.Hal-hal yang dikatakan dosa, bila perayaan Imlek lebihpenting dari beribadah, bahkan sampai mengorbankan jamkebaktian; bila tidak turut dalam merayakan Imlek,lalu merasa kurang sejahtera, atau menjadi batusandungan bagi yang merayakan; dan yang lebih parahlagi, bila merayakan Imlek dengan segalapenyembahannya, karena alasan toleransi danpenghormatan leluhur atau dewa-dewa.




Hal-hal penting yang harus diingat adalah tidakmembuat Tuhan cemburu dengan keikutsertaan kita dalampenyembahan berhala. Dan tidak menjadi batu sandunganbagi sesama, karena kita tidak ikut merayakannya.Dengan demikian, jalan tengah yang diambil adalah ikutmerayakan Imlek, namun hanya pada ritus-ritus yangbersifat sosial saja, agar tidak membuat Tuhan cemburudan tidak menjadi batu sandungan.Dengan ikut merayakan Imlek, kita dapat menginjilisesama yang beretnis Cina, dengan mengalihkan konsepThian (dewa langit, tuhan, atau penguasa) mereka,kepada Allah yang kita sembah di dalam Kristus Yesus.Seperti yang tertulis dalam II Korintus 10:5, yangberbunyi: Kami menawan segala pikiran danmenaklukkannya kepada Kristus. Dalam arti, kitamengalihkan semua kepercayaan yang tidak benar, kepadapemahaman kita tentang Allah dan kekristenan.Alhasilnya, ada ritus-ritus (ritus budaya-sosial) yangbaik untuk diteruskan, dan ada ritus-ritus(ritus-ritus budaya-religi) yang tidak dapat diikuti,karena bertentangan dengan iman Kristen. Ritus-ritusbudaya-sosial, yang dapat diikuti adalah: kegiatanbersih-bersih dalam menyambut Tahun Baru; tradisikumpul keluarga, dan Soja Tea; Angpao (yangmengajarkan untuk memberi); berpakaian merah, menghiasrumah, dan Cap Go Meh (yang merupakan caramengekspresikan kegembiraan). Sedangkan, ritus-ritusbudaya-religi yang tidak dapat diikuti adalah:sembahyang Dewa Dapur dan sembahyang Tahun Baru yangmerupakan ikatan dengan berhala; dan Barongsai yangmengandung kekuatan magic yang keliru.

No comments:

Dynamic Service Launching

Tema 2008

Mazmur 23:4 "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."