Blog IMAGE Lippo Cikarang



created by www.donghaeng.net

11 August 2008

PENTINGNYA HARAPAN


Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di surga (2Timotius 4:18)

Victor Frankl, psikiater Yahudi, dibawa tentara Nazi ke kamp kerja
paksa di Auschwitz, bersama 1.500 orang lainnya. Setibanya di sana,
1.300 orang, termasuk orangtua, istri, dan saudaranya, dibawa ke
kamar gas untuk dibunuh. Frankl sendiri dibiarkan hidup di kamp,
namun ia kehilangan semua orang yang dikasihinya. Walau tersiksa
lahir batin, ia bertahan. Mengapa? Karena ia punya harapan. Dr.
Jerome Groopman, penulis The Anatomy of Hope, menjelaskan bahwa
harapan adalah obat untuk tetap hidup sehat dalam situasi genting.
Harapan meyakinkan orang bahwa yang terbaik masih akan datang.

Surat 2 Timotius ditulis ketika Paulus kesepian. Ia harus menghadapi
sidang pengadilan, tanpa seorang pun bisa membelanya. Kreskes dan
Tikhikus pergi karena tugas lain menanti. Demas telah terbujuk
kenikmatan dunia dan meninggalkannya (ayat 10). Padahal orang-orang
seperti Aleksander, si tukang tembaga, telah memberi kesaksian yang
memberatkan. Situasinya sungguh mengecewakan, namun Paulus tidak
kehilangan harapan. Mengapa? Karena harapannya disandarkan kepada
Tuhan, bukan kepada manusia. Saat kehilangan rekan-rekan, ia yakin
Tuhan sendiri akan mendampingi dan menguatkan (ayat 17). Harapan
Paulus terbentang jauh ke depan. Bukan hanya sebatas menang dalam
persidangan. Paulus yakin ia akan diselamatkan Tuhan sampai masuk
surga (ayat 18).

Harapan sangat penting. Namun juga jangan lupa, kepada siapa Anda
berharap juga tidak kalah pentingnya. Maka, jangan salah menaruh
harapan. Jika berharap banyak kepada manusia, kita bisa kecewa.
Taruhlah harapan kepada Tuhan yang tak berubah di segala keadaan -JTI

ANDA BOLEH KEHILANGAN HARTA, TEMAN, ATAU JABATAN
NAMUN JANGAN SAMPAI KEHILANGAN HARAPAN

No comments:

Dynamic Service Launching

Tema 2008

Mazmur 23:4 "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."